Ada 3 Kasus Cacar Monyet, Riwayat Perjalanan Pasien Diperiksa

Ada 3 Kasus Cacar Monyet, Riwayat Perjalanan Pasien Diperiksa

Jakarta – Penyakit cacar monyet yang dimaksud sempat menciptakan kecemasan pada 2022 lalu kembali muncul. Kali ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menemukan satu kasus baru cacar monyet yang dimaksud dimaksud disebabkan oleh virus monkeypox di tempat tempat DKI Jakarta. Dengan demikian, total total kasus monkeypox di tempat area Indonesia adalah tiga pasien.

“Tiga [orang] terkonfirmasi [terjangkit cacar monyet],” ujar Kepala Biro Komunikasi juga Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, kepada CNBC Indonesia, Jumat (20/10/2023).

“[Temuan kasus ketiga] di area tempat Jakarta juga,” imbuh dr. Nadia.

dr. Nadia mengatakan, kasus ketiga pasien cacar monyet dikonfirmasi berdasarkan hasil laboratorium pada Kamis (19/10/2023) kemarin. Saat ini, Kemenkes tengah melakukan pemeriksaan kontak kasus ketiga, termasuk riwayat perjalanan pasien.

Perlu diketahui, cacar monyet adalah penyakit zoonosis, artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Mulanya, cacar monyet merupakan penyakit endemik di dalam dalam daerah hutan hujan tropis pada tempat Afrika tengah juga barat, namun sekarang ini telah dilakukan diimplementasikan menyebar secara luas sehingga tak lagi dikategorikan sebagai penyakit endemik.

Gejala cacar monyet

Adapun, gejala yang digunakan dialami pasien cacar monyet ketiga ini adalah demam juga lesi, seperti cacar.

Secara rinci, dr. Nadia menyatakan bahwa pasien kasus kedua cacar monyet pada Jakarta adalah laki-laki berusia 26 tahun, sementara itu pasien kasus ketiga adalah laki-laki berusia 28 tahun.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sudah pernah menemukan dua kasus penyakit cacar monyet pada Agustus 2022 lalu 12 Oktober 2023. Hingga saat ini, pasien cacar monyet yang mana mana pertama ditemukan pada Agustus 2022 lalu belum sembuh serta masih dalam perawatan.

Guna menghindari penyebaran kasus cacar monyet, dr. Nadia menekankan rakyat untuk tak ada melakukan hubungan seks berisiko juga segera kunjungi prasarana kesehatan (faskes) jika ditemukan gejala.

“Tidak melakukan perilaku seks berisiko. Kalau terpaksa, gunakan pengaman kemudian jangan ganti-ganti pasangan,” imbau dr. Nadia.”Bila ada gejala lesi cacar segera ke faskes serta lakukan pemeriksaan,” tutupnya.

Berikut gejala umum penyakit cacar monyet menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Ruam
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri punggung
  • Lemas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Umumnya, ruam dimulai sebagai luka yang mana dimaksud kemudian melepuh lalu juga berisi cairan. Luka melepuh berisi cairan itu akan terasa gatal atau menyakitkan. Setelah ruam sembuh, lesi akan mengering, membentuk kerak, lalu hilang.

Adapun, lesi kulit dapat muncul di dalam tempat telapak tangan atau telapak kaki, wajah, mulut, tenggorokan, selangkangan, area genital, lalu anus.

“Beberapa orang juga dapat mengalami pembengkakan yang dimaksud hal itu menyakitkan di tempat tempat sekitar rektum atau rasa sakit kemudian kesulitan saat buang air kecil,” papar WHO.

Artikel Selanjutnya Terbaru! Daftar 30 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi pada Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *