Denpasar, Bali – BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menggenjot kapasitas produksi mencapai 274 ribu ton aluminium pada 2024 atau meningkat dari produksi saat ini yang hal tersebut mencapai 250 ribu ton.
“Kami berharap mampu memperkuat seluruh manufaktur domestik,” kata Direktur Pengembangan Usaha Inalum Melati Sarnita pada sela temu pelanggan di tempat tempat Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Untuk meningkatkan kapasitas produksi, pihaknya memantapkan pengembangan pabrik pengolahan atau smelter dengan beberapa mitra potensial kemudian melakukan studi kelayakan.
Dalam lima tahun mendatang Inalum menyusun rencana untuk mampu memproduksi hingga 900 ribu ton aluminium per tahun.
Dalam lima tahun itu pula pihaknya mengejar pemenuhan komponen baku aluminium atau alumina mencapai dua hingga tiga jt ton.
Korporasi itu memprioritaskan pangsa pasar domestik pada tengah upaya pemerintah melakukan transisi energi tambahan lanjut ramah lingkungan dalam antaranya mobil listrik, panel surya juga energi baru terbarukan lainnya.
“Kami akan prioritaskan (pemenuhan kebutuhan) domestik supaya dia dapat juga memberikan nilai tambah kepada negara. Jadi kalau industri hilir maju, pasti industri hulu juga maju kemudian pendapatan negara lalu target kegiatan dunia usaha juga tercapai,” imbuhnya.
Kebutuhan aluminium untuk menggalang transisi energi mendatang diperkirakan terjadi permintaan tinggi, selain memenuhi kebutuhan saat ini di dalam area antaranya untuk sektor proyek antara lain perumahan.
Tak belaka itu, BUMN produsen aluminium dalam hulu itu juga membidik diversifikasi penyerapan item merambah industri aviasi atau penerbangan, setelah menjalin kerja sebanding dengan industri hilir dalam antaranya para produsen otomotif nasional.
Agenda temu 90 pelanggan dari Jakarta, Medan, Surabaya juga kota lain dalam Indonesia itu pun menjadi wahana melebarkan sayap industri aluminium Tanah Air.
“Melalui forum ini kami berharap bersama konsumen mampu sekadar saling memperkuat sehingga nantinya mampu masuk ke aviasi, kendaraan listrik, panel surya serta energi baru terbarukan,” katanya.