KESDM targetkan program pembagian “rice cooker” dimulai November 2023

KESDM targetkan program pembagian “rice cooker” dimulai November 2023

Jakarta – Kementerian Energi serta juga Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan program pembagian alat memasak berbasis listrik (AML) dalam hal ini rice cooker atau penanak nasi gratis dimulai pada November 2023.

Adapun pembagian penanak gratis yang diatur lewat Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga.

"Insya Allah (November 2023), ya pokoknya didorong supaya cepat," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di area tempat Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Arifin mengatakan bahwa program itu untuk mengurangi impor elpiji.

"Kami kan mau elektrifikasi, apa mau bakar elpiji terus? Sudah betul itu, masa mau bakar elpiji terus, impor terus," ujar dia.

Oleh dikarenakan itu, ia memverifikasi program pembagian rice cooker itu tetap berjalan, serupa hal dengan program konversi motor listrik.

"Iya jalan, motor listrik juga kami jalankan. Kita sekarang punya sumber energi baru kan banyak, ya kan? Tidak terpakai, sementara kita impor, bukan pas," kata Arifin.

Diketahui, Kementerian ESDM sudah pernah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga.

Sebagai turunannya, juga sudah dilaksanakan diterbitkan petunjuk teknis penyediaan AML melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 548.K/TL.04/DJL.3/2023.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu menyampaikan program pemberian AML di dalam tempat 2023 merupakan insentif kepada rumah tangga yang dimaksud dimaksud memenuhi kriteria tertentu.

"Tujuan program ini adalah menjamin akses energi bersih yang mana hal itu terjangkau, andal, juga berkelanjutan. Selain itu, program ini bertujuan mengurangi impor elpiji yang digunakan yang disebut digunakan untuk memasak, meningkatkan konsumsi listrik per kapita serta memperkuat teknologi memasak yang tersebut hal tersebut lebih lanjut tinggi bersih," katanya.

Ia menyampaikan program penyediaan AML yang mana mana direncanakan sebanyak 500.000 unit pada 2023 dalam dalam seluruh Indonesia itu berpotensi meningkatkan konsumsi listrik sekitar 140 gigawatt hour (GWh) setara dengan kapasitas pembangkitan 20 megawatt (MW). Program itu juga berpotensi menghemat elpiji sekitar 29 jt kilogram atau setara 9,7 jt tabung 3 kilogram (kg).

"Program ini akan bermanfaat kepada pelanggan yang digunakan dimaksud dapat menurunkan biaya sebagian memasak yang tersebut yang disebut sebelumnya menggunakan elpiji. Untuk pemerintah, program ini dapat mengurangi subsidi impor elpiji 3 kg yang digunakan digunakan untuk memasak. Bagi PLN, program ini dapat meningkatkan pemasaran listrik," kata Jisman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *