Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengonfirmasi dua kasus penyakit cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Kedua kasus yang disebut ditemukan dalam DKI Jakarta.
“Belum lama ini, kemarin (Sabtu, 14 Oktober 2023) kita mendapatkan laporan kembali satu kasus, sehingga sampai pada hari ini kita mempunyai dua kasus konfirmasi yang dimaksud itu kebetulan keduanya berada dalam tempat Jakarta,” ujar Anggota Tim Kerja Direktorat Surveilans kemudian Kekarantinaan Kemenkes, Chita Septiawati, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (20/10/2023).
Sebelumnya, pada 2022 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyakit cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat.
Asal-usul cacar monyet
Melansir dari laman resmi Kemenkes RI, cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang digunakan dimaksud disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus monkeypox tergolong ke dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.
Penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958, yakni saat terdapat wabah penyakit mirip cacar yang dimaksud dimaksud menyerang monyet peliharaan untuk penelitian. Adapun, kasus cacar monyet pertama yang mana dimaksud menjangkit manusia pertama kali ditemukan pada 1970 pada Republik Demokratik (RD) Kongo.
“Sejak saat itu, kasus cacar monyet menginfeksi orang-orang pada beberapa negara Afrika Tengah serta Afrika Barat lainnya, seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, RD Kongo, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, lalu Sierra Leone,” tulis Kemenkes, dikutip Jumat (20/10/2023).
Cara penularan penyakit cacar monyet
Mengutip dari laman resmi WHO, penyakit cacar monyet dapat ditularkan kepada manusia melalui kontak fisik dengan pasien terinfeksi, benda yang tersebut hal itu terkontaminasi, atau hewan yang digunakan terinfeksi.
Secara rinci, berikut cara penularan penyakit cacar monyet akibat kontak dengan manusia, hewan, serta benda yang mana terkontaminasi.
1. Antar-manusia. Penularan bisa jadi jadi terjadi melalui kontak face-to-face (berbincang atau hembusan napas), droplet, sentuhan, ciuman, atau hubungan seksual.
2. Hewan. Penularan mampu terjadi saat berburu, menguliti, atau memasak hewan yang mana mana terinfeksi.
3. Benda. Penularan dapat terjadi melalui sprai, pakaian, atau jarum yang mana terkontaminasi.
4. Ibu Hamil. Ibu hamil dapat menularkan virus penyebab penyakit cacar monyet kepada bayi yang tersebut belum lahir.
“Penyakit cacar monyet dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan seseorang yang dimaksud digunakan terjangkit. Selain itu, vaksinasi juga dapat membantu mencegah infeksi bagi orang yang dimaksud hal tersebut berisiko,” tulis WHO.
Gejala penyakit cacar monyet
Menurut WHO, tanda lalu gejala penyakit cacar monyet umumnya muncul dalam waktu tujuh hari, tetapi dapat muncul mulai satu sampai 21 hari setelah terpapar.
“Biasanya gejala berlangsung selama dua hingga empat minggu, tetapi bisa saja jadi berlangsung lebih lanjut banyak lama pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang tersebut hal tersebut lemah,” sebut WHO.
Berikut gejala umum penyakit cacar monyet.
-
Ruam
-
Demam
-
Sakit tenggorokan
-
Sakit kepala
-
Nyeri otot
-
Nyeri punggung
-
Lemas
-
Pembengkakan kelenjar getah bening
Umumnya, ruam dimulai sebagai luka yang mana kemudian melepuh kemudian berisi cairan. Luka melepuh berisi cairan itu akan terasa gatal atau menyakitkan. Setelah ruam sembuh, lesi akan mengering, membentuk kerak, juga hilang.
Adapun, lesi kulit sanggup muncul pada telapak tangan atau telapak kaki, wajah, mulut, tenggorokan, selangkangan, area genital, serta anus.
“Beberapa orang juga dapat mengalami pembengkakan yang tersebut yang disebut menyakitkan di area area sekitar rektum atau rasa sakit juga kesulitan saat buang air kecil,” papar WHO.
Artikel Selanjutnya 4 Gejala Utama Stunting, Bukan Cuma Tubuh Pendek