Jakarta – Memiliki umur panjang, sehat, lalu awet muda tentu menjadi harapan bagi banyak orang. Tak heran, Plato serta Aristoteles selalu mengeksplorasi juga menulis tentang proses penuaan tambahan lanjut dari 2.300 tahun yang tersebut itu lalu.
Di era modern saat ini, belaka cuma segelintir orang yang digunakan mampu hidup hingga usia 100 tahun atau lebih. Mereka disebut Centenarian. PBB pada tahun 2012 memperkirakan terdapat 316.600 Centenarian yang dimaksud digunakan masih hidup pada seluruh dunia.
Untuk mengetahui rahasia hidup panjang umur, para peneliti melakukan studi terhadap darah Centenarian. Melansir Science Alert, penelitian itu membandingkan profil biomarker yang tersebut dimaksud diukur sepanjang hidup antara orang-orang yang mana mana berumur sangat panjang lalu rekan-rekan dia yang tersebut berumur tambahan pendek hingga saat ini. Biomarker adalah respons biologis dari suatu organisme terhadap komponen pencemar atau tekanan lingkungan.
Penelitian itu mencakup data dari 44.000 orang Swedia yang digunakan menjalani pemeriksaan kesehatan pada usia 64-99 tahun.
Secara keseluruhan, mereka yang tersebut berhasil mencapai usia 100 tahun cenderung miliki kadar glukosa, kreatinin, juga asam urat yang tersebut hal itu lebih besar banyak rendah sejak usia 60 tahunan.
Ahli menemukan sangat sedikit orang berusia 100 tahun yang digunakan miliki kadar glukosa pada tempat atas 6,5 pada masa hidupnya, atau tingkat kreatinin dalam atas 125.
Mireille Serlie, profesor endokrinologi di tempat area Yale, yang digunakan tiada terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada Medical News Today bahwa kreatinin “bergantung pada fungsi ginjal dan juga juga massa otot.”
“Kreatinin yang dimaksud lebih banyak lanjut rendah pada kelompok usia ini (rata-rata usia pertama kali pengujian biomarker pada orang berusia seratus tahun adalah 79,6 tahun) sejalan dengan fungsi ginjal yang mana dimaksud tambahan besar tinggi,” katanya.
“Gaya hidup dikaitkan dengan fungsi ginjal melalui asupan garam, hipertensi, obesitas, hiperglikemia, fungsi jantung, dll,” ujar Dr. Serlie.
Artikel Selanjutnya Sudah 40 Tahun, Misteri Medis Ini Belum Terpecahkan Peneliti