Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi serta juga Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan di dalam area balik cuaca terasa tambahan lanjut panas daripada hitungan suhu yang dimaksud tertera pada prakiraan cuaca.
Mengutip dari unggahan akun Instagram resmi BMKG (@infobmkg), cuaca yang digunakan terasa tambahan panas daripada bilangan bulat suhu dikenal dengan istilah feel-like temperature atau suhu yang digunakan digunakan dirasakan. BMKG Mengatakan, ada banyak alasan yang mana hal itu memacu perbedaan antara suhu yang digunakan mana dirasakan kemudian nomor suhu sebenarnya.
“Feel-like temperature atau suhu yang digunakan digunakan dirasakan adalah istilah yang digunakan yang menggambarkan sensasi suhu yang mana digunakan dirasakan oleh manusia berdasarkan suhu udara, kelembapan, lalu juga faktor lain, seperti kecepatan angin juga sinar matahari,” tulis BMKG, dikutip Rabu (18/10/2023).
Foto: Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari pada area kawasan Jembatan Pinisi dalam halte busway Karet, Jakarta, Rabu (27/9/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) |
BMKG memaparkan, kombinasi antara suhu udara panas, tingkat kelembapan udara yang mana digunakan tinggi, kemudian udara sekitar yang mana mana mengandung banyak uap air memicu keringat bukan dapat menguap dengan cepat. Akibatnya, suhu menjadi terasa lebih tinggi lanjut panas.
Lebih lanjut, BMKG mengatakan bahwa tingkat kelembapan dalam sebagian besar wilayah Indonesia cukup tinggi sebab secara geografis, Indonesia dikelilingi lautan yang tersebut mana hangat lalu terletak dalam wilayah tropis dengan pemanasan dari sinar matahari tinggi.
Terakhir, faktor pendorong yang mana menyebabkan cuaca terasa seperti ‘neraka bocor’ adalah paparan matahari terhadap tubuh. BMKG menegaskan bahwa paparan langsung terhadap sinar matahari dapat memproduksi suhu terasa lebih banyak besar panas.
“Ketika kelembapan tinggi maka suhu yang dirasakan dapat terasa lebih banyak lanjut panas dibandingkan suhu yang digunakan tertera,” tutup pernyataan BMKG.
Hingga saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia masih dilanda cuaca panas lalu terik alias musim kemarau hingga pertengahan Oktober 2023, padahal umumnya musim hujan terjadi mulai Oktober.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, beberapa waktu belakangan ini suhu cuaca memang terasa tambahan panas. Sebagai contoh pada Selasa (17/10/2023), aplikasi Weather oleh Apple menunjukkan bahwa sensasi panas dalam Jakarta pada siang hari adalah 39 derajat Celsius, padahal nomor suhu yang digunakan sebenarnya belaka 36 derajat Celcius.
Artikel Selanjutnya Tips Styling Pakaian Agar Tetap Adem saat Suhu Panas Mendidih
Foto: Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari pada area kawasan Jembatan Pinisi dalam halte busway Karet, Jakarta, Rabu (27/9/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)